Yatmi

Calon Anggota DPRD PKS Kota Tangerang Dapil V

PKS 1

Calon Anggota DPRD PKS Kota Tangerang Dapil V

Yatmi

Calon Anggota DPRD PKS Kota Tangerang Dapil V

Senin, 06 Mei 2013

LAPAK SARMILI


Kondisi pendidikan di wilayah Tangerang Selatan tidak serta merta sudah memuaskan. Secara umum, memang dapat kita lihat dari banyaknya jumlah sekolah yang didirikan dan fasilitas pendidikan lainnya, bahwa pendidikan di sana sudah cukup memadai. Namun demikian, masih ada sebagian saudara kita yang mengalami kendala terkait pendidikan ini. Di suatu kawasan bernama "Lapak Sarmili" terletak di Kelurahan Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.
Kendala utama yang mereka hadapi adalah biaya. Walaupun kita sudah mengetahui bahwa anggaran pendidikan ditetapkan sebesar 20% dari APBN, masalah biaya tidak seharusnya muncul di permukaan sebagai kendala utama bagi masyarakat untuk mengenyam pendidikan. Pada kenyataannya berkata lain, masih ada beberapa anak-anak di kawasan Lapak Sarmili yang putus sekolah dengan alasan kendala biaya yang tidak ada. Apabila masalah ini ditelaah lebih mendetail, memang seharusnya biaya sekolah saat ini (khususnya negeri) sudah jauh lebih terjangkau dengan adanya program BOS dari pemerintah, kemudian apa yang membuat mereka putus sekolah?
Faktor keseriusan orang tua. Hal ini miris sekali untuk diketahui bahwa salah satu penghambat majunya pendidikan anak di Indonesia adalah orang tua mereka sendiri. Masih dengan alasan yang sama, biaya, pola pikir mereka terhadang oleh keadaan jangka pendek yang memerlukan uang untuk kehidupan sehari-hari. Sebagian besar dari orang tua di kawasan lapak berpikir lebih baik anak mereka menghabiskan waktunya untuk membantu mencari uang dengan memulung dan/ atau meminta-minta daripada waktu mereka dihabiskan untuk sekolah. Sebagai orang tua demi menambah penghasilan, melepaskan keinginan untuk menyekolahkan anaknya sendiri adalah termasuk perbuatan dzalim karena telah mengambil hak anak untuk mengenyam pendidikan yang layak.

Kebiasaan orang tua untuk memerintahkan anaknya untuk bekerja di sana juga dialami oleh mereka yang bersekolah. Tidak hanya yang putus sekolah saja, tetapi juga anak yang bersekolah pun harus melakukan pekerjaan memulung dan/ atau meminta-minta selepas pulang sekolah. Hal itu mengakibatkan kemampuan dan prestasi akademis mereka terbilang kurang. Selain setiap pulang sekolah harus bekerja yang mengurangi waktu mereka untuk belajar, pada saat di rumah pun mereka jarang belajar karena tidak ada yang mengontrol dan mengawasi mereka dengan orang tua yang acuh akan hal itu. Oleh karena itu persoalan tersebut sangat membutuhkan perhatian khusus dan mendalam agar kondisi pendidikan di kawasan tersebut mengalami perbaikan.

PENDIDIKAN MASYARAKAT

 
Pendidikan masyarakat adalah suatu gagasan berupa konsep penelitian dan penerapan pengembangan di masyarakat, sebagai fungsi untuk membimbing dan meningkatkan pola pikir masyarakat terhadap semua perkembangan dunia yang sedang terjadi saat ini. 
 
Dulu, ada sebuah program pemerintah yang banyak diikuti oleh masyarakat karena programnya yang menyenangkan dan bisa memeberikan pendidikan secara gratis kepada mereka, yang disebut Kelompencapir atau Kelompok Pendengar Pembaca dan Pirsawan.
 
Karena dulu media pendidikan untuk masyarakat hanya ada satu stasiun televisi saja, maka hampir semua golongan masyarakat menengah ke bawah sering menyaksikan acara di tv. Program ini termasuk dalam satu program pendidikan masyarakat.
 
Pendidikan masyarakat ini dalam kegiatannya membahas mengenai berbagai macam isu yang hadir di masyarakat. Mereka yang tergabung dalam progrm ini akan berdiskusi, berbagai pengalaman membaca buku ataupun sekedar membicarakan isu hangat yang sedang banyak dibicarakan di masyarakat. Tentunya semua hal yang mereka bicarakan itu bermanfaat dan bukan sekedar gosip saja.
 
Manfaat bagi masyarakat golongan menengah ke bawah adalah mereka menjadi semakin tinggi tingkat kesadarannya akan berbagai macam hal penting yang terjadi di masyarakat kita. Pola pikirnya menjadi berubah dan semakin terbuka dengan berbagai perubahan dunia. Dengan arti lain, wawasan mereka semakin luas dengan adanya program ini.
 
Semua kegiatan yang dijadwalkan dalam pendidikan masyarakat ini disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mereka. Ada yang bertanam sayuran dan bumbu dapur, ada yang beternak ikan, ayam, ataupun kambing.
 
Kegiatan keterampilan khusus untuk wanita seperti menjahit, berkreasi dengan barang bekas, hingga membuat menu sederhana namun bisa penuhi gizi dengan menggunakan bahan masakan yang berasal dari halaman belakang mereka. Tidak diperlukan banyak biaya untuk melaksanakan program ini dan semuanya itu penuh manfaat bagi kehidupan mereka.
 
Pendidikan masyarakat ketika itu mempunyai nilai yang cukup tinggi. Mereka lebih memiliki tenggang rasa dengan warga yang masih kekurangan. Mereka saling menolong tanpa rasa iri. Begitu juga dengan kegiatan seputar olahraga dan PKK. semua kegiatan itu bersifat positif dan menjadi ajang pembinaan yang efektif.

Ada sekolah khusus untuk para orang tua yang buta huruf, mereka sangat menikmati program ini dan berusaha untuk membuka wawasan pikirannya yang lebih luas lagi sehingga kesenjangan dengan mereka yang mengenyam pendidikan di sekolah semakin kecil. Pendidikan masyarakat yang memberikan banyak manfaat dan keguanaan bagi kehidupan masyarakat kelas bawah.